Nama : Harun Ripaldi
Karya
Kelas : 4EB24
NPM : 23213955
Akuntansi Komparasi (2.1. Akuntansi
Eropa)
Berfokus pada 5
anggota Uni Eropa (EU): Republik Ceko, Perancis, Jerman, Belanda, dan Inggris.
Kelima negara tersebut merupakan beberapa pendiri International Accounting
Standards Committee, Republik Ceko merupakan sebuah negara dengan perekonomian
yang “berkembang”.
IFRS dalam Uni Eropa
Semua perusahaan Uni
Eropa yang terdaftar dala sebuah pasar resmi untuk mengikuti IFRS dalam laporan
keuangan gabungan mereka, dimulai pada tahun 2005. Laporan keuangan IFRS
terdiri atas neraca gabungan, laporan laba rugi, laporan kas, laporan perubahan
ekuitas dan catatan penjelasan. Patokan akuntansi dalam IFRS, semua kombinasi
bisnis dianggap sebagai pembelanjaan. Goodwill merupakan perbedaan antara harga
pasar dari pertimbangan yang ada dan harga pasar dari aset cabang, kewajiban,
dan kewajiban bersyarat.
- Perancis
Perancis merupakan
pendukung utama penyeragaman akuntansi nasional di dunia. Kementrian Ekonomi Nasional
menyetujui Plan Comptale General (kode akuntansi nasional) resmi yang pertama
pada bulan September 1947. Pada Tahun 1986, renana tersebut diperluas untuk
melaksanakan ketentuan dalam Direktif Ketujuh UE terhadap laporan keuangan
konsolidasi dan revisi lebih lanjut pada tahun 1999. Plan Comptable General
berisi :
o Tujuan dan prinsip akuntansi
seta pelaporan keuangan.
o Definisi aktiva, kewajiban,
ekuitas pemegang saham, pendapatan dan beban.
o Atauran pengakuan dan penilaian.
o Daftar akun standar, ketentuan
mengenai penggunaannya, dan ketentuan tata buku lainnya.
o Contoh laporan keuangan dan
aturan penyajiannya.
Ciri khusus akuntansi di
Perancis adalah terdapatnya dikotomi antara laporan keuangan perusahaan secara
tersendiri dengan laporan keuangan kelompok usaha yang dikonsolidasikan.
Meskipun akun-akun perusahaan secara tersendiri harus memenuhi ketentuan
pelaporan wajib, hukum memperbolehkan perusahaan Perancis untuk mengikuti
Standar Pelaporan Keuangan internasional.
Regulasi dan Penegakan Aturan Akuntansi
Lima organisai utama yang terlibat dalam
proses penetapan standar di Prancis adalah :
1. Counseil
National de la Comptabilite atac CNC (Badan Akuntansi Nasional).
2. Comite de la
Reglemetation Comptable or CRC (Komite Regulasi Akntansi).
3. Autorite des
Marches Financiers or AMF (Otoritas Pasar Keuangan).
4. Ordre des
Experts-Comtable or OEC (Ikatan Akuntansi Publik).
5. Compagnie
Nationale des Commisaires aix Comptes or CNCC (Ikatan Auditor Kepatuhan Nasional).
Di Perancis profesi
akuntansi dan auditing sejak dahulu telah terpisah. Akuntan dan auditor
Perancis diwakili oleh kedua lembaga, yaitu OEC dan CNCC, meski terdapat
sejumlah orang yang menjadi anggota keduannya. Sesungguhnya, 80% akuntan dengan
kualifikasi di Perancis memiliki kedua klasifiksi tersebut. Dua lembaga
profesional memiliki hubungan dekat dan bekerja sama untuk kepentingan bersama.
Kedua terlibat dalam pengembangan standar akuntansi melalui CNC dan CRC dan
keduannya mewakili Perancis di IASB Pelaporan Keuangan Perusahaan Prancis harus
melaporkan berikut ini :
1. Neraca
2. Laporan laba
rugi
3. Catatan atas
laporan keuangan
4. Laporan
direktur
5. Laporan
auditor
Laporan keuangan
seluruh perusahaan perseroaan dan perusahaan dengan kewajiban terbatas lainnya
yang melebihi ukuran tertentu harus diaudit. Perusahaan besar juga harus
menyiapka dokumen yang terkait dengan pencegahan kepailitan perusahaan dan
laporan sosial, yang keduanya hanya terdapat di Perancis.
Ciri utama pelaporan di Perancis adalah
ketentuan mengenai pengungkapan catatan kaki yang ekstensif dan detail yang
meliputi hal-hal berikut :
o Penjelasan mengenai aturan
pengukuran yang diberlakukan.
o Perlakuan akuntansi untuk
pos-pos dalam mata uang asing.
o Laporan perubahan aktiva tetap
dan depresiasi.
o Detail provisi.
o Detail revaluasi yang dilakukan.
o Analisis piutang dan utang
sesuai masa jatuh tempo.
o Daftar anak perusahaan dan
kepemilikan saham.
o Jumlah komitmen pensiun dan imbalan
pasca kerja lainnya.
o Detail pengaruh pajak terhadap
laporan keuangan.
o Rata-rata jumlah karyawan sesuai
golongan.
o Analisis pendapatan menurut
aktivitas dan geografis
Pengukuran akuntansi
Akuntansi di Perancis
memiliki karakteristik ganda : Perusahaan secara tersendiri harus mematuhi
peraturan yang tetap, sedangkan kelompok usaha konsolidasi memiliki
fleksibilitas lebih besar. Akuntansi untuk perusahaan secara individual
merupakan dasar hukum untuk membagikan dividen dan menghitung pendapatan kena
pajak.
Metode pembelian
(purchase method) umumnya digunakan untuk mencatat penggabungan usaha, namum
metode penyatuan kepemilikan (pooling method) dapat digunakan dalam beberapa
kondisi. Muhibah (goodwill) umumnya dikapitalisasi dan diamortisasi terhadap
laba, namun tidak ditentukan berapa lama periode amortisasi yang maksimum.
Goodwill tidak perlu diuji untuk penurunan nilai .
Konsolidasi
proporsional digunakan untuk usaha patungan dan metode ekuitas digunakan untuk
mencatat investasi pada perusahaan yang tidak dikonsolidasikan, yang dapat
dipengaruhi secara signifikan. Praktik translasi mata uang asing sama dengan
IAS 21. Aktiva dan kewajiban anak perusahan yang berdiri sendiri ditranslasikan
dengan menggunakam metode kurs penutupan (akhir tahun) dan perbedaan translasi
dimasukan ke dalam ekuitas.
- Jerman
Pada awal tahun
1970-an, uni Eropa (UE) mulai mengeluarkan direktif harmonisasi, yang harus
diadopsi oleh negara-negara anggotanya ke dalam hukum nasional. Direktif Uni
Eropa yang keempat, ketujuh, kedelapan seluruhnya masuk kedalam hukum Jerman
melalui Undang-undang Akuntansi Komprehensif yang diberlakukan pada tanggal 19
Desember 1985 Karakteristik fundamental ketiga dari Akuntansi di Jerman adalah
ketergantungannya terhadap anggaran dasar dan keputusan pengadilan. Selain
kedua hal itu tidak ada yang memiliki status mengikat atau berwenang. Untuk
memahami akuntansi di Jerman, seseorang harus mmerhatikan HGB dan kerangka
hukum kasus yang terkait. Regulasi dan Penegakan Aturan Akuntansi Sebelum tahun
1998, Jerman tidak memiliki fungsi penetapan standar akuntansi keuangan
sebagaimana yang dipahami di negara-negara berbahasa Inggris. Undang –undang
tentang pengendalian dan transparansi tahun 1998 memperkenalkan keharusan untuk
mengakui badan swasta yang menetapkan standar nasional untuk memenuhi tujuan
berikut :
o Mengembangkan rekomendasi atas
penerapan standar akuntansi dalam laporan keuangan konsolidasi.
o Memberikan nasihat kepada
Kementrian Kehakiman atas legislasi akuntansi yang baru.
o Mewakili Jerman dalam organisasi
akuntansi internasional, Seperti IASB
Sistem penerapan
standar akuntansi yang baru di Jerman secara garis besar mirip dengan sistem
yang ada di Inggris dan Amerika Serikat. Namun untuk diperhatikan bahwa standar
GASB adalah rekomendasi wajib yang hanya berlaku u/lapoaran keuangan
konsolidasi.
Pelaporan Keuangan
Undang – Undang Akuntansi tahun 1985 secara
khusus menentukan isi dan bentuk laporan keuangan yang meliputi :
1. Neraca
2. Laporan laba
rugi
3. Catatan atas
laporan keuangan
4. Laporan
manajemen
5. Laporan
auditor
Ciri utama sistem
pelaporan keuangan di Jerman adalah laporan secara pribadi oleh auditor kepada
dewan direktur pengelola perusahaan dan dewan pengawas perusahaan, untuk tujuan
konsolidasi, seluruh perusahaan dalam kelompok tersebut harus menggunakan
prinsip akuntansi dan penilaian yang sama.
Pengukuran Akuntansi
GAS lebih ketat bila
dibandingkan dengan HGB dalam hal laporan keuangan konsolidasi, menurut GAS4,
metode revaluasi harus digunakan , sedangkan aktiva dan kewajiban yang
diperoleh dalam penggabungan usaha harus direvaluasi menjadi nilai wajar dan
kelebihan yang tersisa dialokasikan menjadi goodwill. Goodwill diamortisasi
selama masa tidak lebih dari 20 tahun dan diuji untuk penurunan nilai tiap
tahunnya.
Sebagaimana disebutkan
sebelumnya, perusahaan – perusahaan Jerman sekarang dapat memilih untuk
menyusun laporan keuangan konsolidasi sesuai dengan aturan Jerman sebagaimana
dijelaskan di atas, standar akuntansi internasional, atau GAAP AS. Ketiga
pilihan tersebut dapat ditemukan dalam praktik dan para pembaca laporan
keuangan Jerman harus berhati-hati untuk mencari tahu standar akuntansi manakah
yang digunakan.
- Ceko
Undang-undang dan
praktik akuntansi Republik Ceko lebih menyesuaikan dengan standar Barat yang
menggambarkan prinsip-prinsip yang ditanamkan dalam European Union Directives.
Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
o Accountancy Act: menentukan
persyaratan untuk akuntansi.
o Fourth and Sevent Directives
dari Uni Eropa: menetapkan penggunaan daftar perkiraan
untuk pembukuan catatn dan penyusunan laporan keuangan.
o Czech Securities Commission: bertanggung
jawab mengawasi dan memantau pasar modal.
o Act on Auditors: Mengatur proses
audit.
· Chamber of Auditors: mengawasi pendaftaran,
pendidikan, pengujian dan menertibkan auditor, penyusunan standar audit dan
regulasi praktik audit seperti format laporan audit.
Laporan Keuangan
Laporan keuangan harus bersifat komparatif,
terdiri atas:
1. Neraca
2. Akun
keuntungan dan kerugian (Laporan Laba Rugi)
3. Catatan
Pengukuran Akuntansi
o Metode Akuisisi (pembelian).
o Goodwill dikapitalisasi atau
diamortisasi.
o Aset berwujud dan tidak berwujud
dinilai berdasarkan biaya.
o Persediaan dinilai pada biaya
rendah (FIFO) atau metode rata-rata.
o Biaya riset dan pengembangan
dikapitalisasi.
o Pajak penghasilan yang ditangguhkan
diberikan sepenuhnya untuk semua selisih sementara.
- Belanda
Akuntansi di Belanda
memiliki beberapa paradoks yang menarik. Belanda memiliki ketentuan akuntansi
dan pelaporan keuangan yang relatif permisif, tetapi standar praktik profesiona
yang sangat tinggi. Belanda merupakan negara hukum kode, namun akuntansinya
berorientasi pada penyajian wajar. Pelaporan keuangan dan akuntansi pajak
merupakan dua aktivitas terpisah.
Akuntansi Belanda
bersedia untuk mempertimbangkan ide-ide dari luar. Belanda merupakan salah satu
pendukung pertama atas standar internasional untuk akuntansi dan pelaporan
keuangan, dan pernyataan IASB menerima perhatian besar dalam menentukan praktik
yang dapat diterima.
Regulasi dan Penegakan Aturan Akuntansi
Regulasi di Belanda
tetap liberal sehingga tahun 1970 ketika Undang-undang Laporan Keuangan Tahunan
diberlakukan, Undang-undang tahun 1970 memperkenalkan audit wajib.
Undang-undang tersebut juga mendorong pembentukan kelompok Studi Akuntansi Tiga
Pihak (Tripaartif) (yang digantikan oleh Dewan Pelaporan Tahunan pada Tahun
1981) Dewan pelaporan Tahunan mengeluarkan tuntunan terhadap prinsip akuntansi
yang dapat diterima (bukan diterima) secara umum, Dewan tersebut memiliki
anggota berasal dari tiga kelompok yang berbeda :
1. Penyusunan
laporan keuangan (perusahaan).
2. Pengguna
laporan keuangan (perwakilan serikat buruh dan analis keuangan).
3. Auditor
laporan keuangan (institut Akuntansi Terdaftar Belanda atau NivRA).
Pelaporan Keuangan
Kualitas pelaporan
keuangan Belanda sangat seragam, laporan keuangan wajib harus disusun dalam
bahasa Belanda, namun dalam bahasa Inggris, Perancis, dan Jerman dapat
diterima. Laporan Keuangan harus memuat hal-hal berikut :
1. Neraca
2. Laporan Laba
Rugi
3. Catatan-catatan
4. Laporan
Direksi
5. Informasi
lain yang direkomendasikan
Pengukuran Akuntansi
Metode yang digunakan
adalah metode pembelian, goodwill merupakan perbedaan antara biaya akusisi
dengan nilai wajar aktiva dan kewajiban yang dibeli. Fleksibilitas Belanda
dalam pengukuran akuntansi dapat terlihat dengan diperbolehkannya penggunaan
nilaii kini untuk aktiva berwujud seperti persediaan dan aktiva yang
disusutkan. Karena perusahaan – perusahaan Belanda Memiliki Flesibilitas dalam
menerapkan aturan pengukuran, dapat diduga bahwa terdapat kesempatan untuk
melakukan perataan laba. Pos –pos tertentu dapat mengabaikan laporan laba rugi
dan langsung disesuaikan terhadap cadangan dalam ekuitas pemegang saham. Hal
ini antara lain :
o Kerugian akibat bencana yang
tidak mungkin atau tidak umum untuk diasuransikan.
o Kerugian akibat nasionalisasi
atau sejenis penyitaan lainnya.
o Onsekuensi akibat
restrukturisasi keuangan.
- Inggris
Warisan Inggris bagi
dunia sangat penting. Inggris merupakan negara pertama di dunia yang
mengembangkan profesi akuntansi yang kita kenal sekarang. Konsep penyajian
hasil dan posisi keuangan yang wajar (pandangan benar dan wajar) juga berasal
dari Inggris.
Regulasi dan Penegakan Aturan Akuntansi
Dua sumber utama standar
akuntansi keuangan di Inggris adalah hukum perusahaan dan profesi akuntansi.
Undang-undang tahun 1981 menetapkan lima prinsip dasar akuntansi :
1. Pendapatan
dan beban harus ditandingkan menurut dasar akrual.
2. Pos aktiva
dan kewajiban secara terpisah dalam setiap kategori aktiva, dan kewajiban
dinilai secara terpisah.
3. Prinsip
konservatisme.
4. Penerapan
kebijakan akuntansi yang konsisten dari tahun ke tahun diwajibkan.
5. Prinsip
kelangsungan usaha diterapkan untuk perusahaan yang menggunakan akuntansi.
Undang-undang tersebut berisi aturan penilaian
yang luas dimana akun-akun dapat ditentukan berdasarkan biaya historis atau
biaya kini.
Pelaporan Keuangan
Pelaporan keuangan Inggris termasuk yang
paling komprehensif di dunia. Laporan keuangan umumnya mencakup :
1. Laporan
Direksi
2. Laporan Laba
dan Rugi dan Neraca
3. Laporan Arus
Kas
4. Laporan Total
Keuntungan dan Kerugian yang diakui
5. Laporan
Kebijakan akuntansi
6. Catatan atas
Referensi dalam Laporan Keuangan
7. Laporan
Auditor
Pengukuran Akuntansi
Inggris memperbolehkan
baik metode akusisi dan merger dalam mencatat akuntansi untuk Penggabungan
usaha. Meskipun demikian, kondisi penggunaan metode merger begitu ketat
sehingga hampir tidak pernah digunakan.
Pada Tahun 2003,
Departemen perdagangan dan Perindustrian mengumumkan bahwa mulai bulan Januari
2005, Seluruh perusahaan Inggris diperbolehkan untuk menggunakan IFRS, selain
GAAP.
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar