Minggu, 18 Oktober 2015

ARTIKEL EKONOMI SOFTSKILL

Kisah Sukses Garuda Indonesia Dipamerkan di Jerman Liputan6.com, Jakarta - Buku yang berisi kisah sukses transformasi perusahaan penerbangan PT Garuda Indonesia Tbk yang ditulis oleh Prof Rhenald Kasali PH.D dan mantan direktur utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar merupakan salah satu buku yang ikut dipamerkan dalam pameran buku terbesar di dunia, Frankfurt Book Fair 2015 yang berlangsung di Frankfurt, Jerman mulai tanggal 14 - 17 Oktober 2015. Buku dengan berjul 'From One Dollar To a Billion Dollar Company' menceritakan proses transformasi yang dilaksanakan Garuda selama dipimpin oleh Emirsyah Satar sebagai CEO Garuda. Dalam buku itu diceritakan bagaimana melalui program transformasi yang dilaksanakan secara menyeluruh - secara konseptual, sistematis, konsisten dan berkesinambungan meliputi bidang keuangan, operasional, pelayanan, SDM termasuk budaya perusahaan. "Di sana juga diceritakan bagaimana berhasil menyelamatkan dan mengangkat Garuda dari perusahaan yang sudah berada dalam kategori bangkrut menjadi global player atau perusahaan kelas dunia," kata Emir dalam keterangan tertulisnya, Jumat (16/10/2015). Seperti diketahui, akibat beban hutang yang sangat besar, kualitas pelayanan yang sub-standar serta sumber daya manusia yang tidak kompetitif, Garuda dalam beberapa periode sebelum ini sempat menjadi perusahaan penerbangan yang tidak mampu bersaing dengan perusahaan penerbangan internasional yang lain. Garuda Indonesia tidak tercatat dalam radar industri penerbangan Asia, dan bahkan Garuda menjadi perusahaan yang memiliki nilai atau value hanya sebesar satu dolar AS. Diceritakan Emir, melalui program transformasi termasuk langkah 'quantum leap' yang dilaksanakan selama kepemimipinan Emirsyah Satar, Garuda berhasil melakukan turn-around, dan meraih berbagai penghargaan internasional, dimana salah the world's best regional airline dan the world's best cabin crew. "Saat ini bahkan telah menjadi perusahaan penerbangan bintang lima, di dunia hanya ada tujuh yang bintang lima, dan Garuda Indonesia menempati posisi ke tujuh dari sekitar 234 penerbangan dunia," katanya. Jeff Immelt, CEO General Electric, Tony Tyler, CEO IATA (International Air Transport Assocation), Andrew Herdman, chairman AAPA (Association Asia Pacific Airlines), kalangan industri seperti Boeing, Airbus serta pengguna jasa memberikan komentar dalam buku 'From One Dollar To a Billion Dollar Company' tersebut‎. http://bisnis.liputan6.com/read/2341911/kisah-sukses-garuda-indonesia-dipamerkan-di-jerman Analisis : 1. Artikel ini menggunakan jenis karangan eksposisi Penjelasan : Karena dalam artikel ini memberikan informasi kepada pembacanya. 2. Artikel ini menggunakan paragraf deduktif Penjelasan : karena kalimat utama berada pada awal paragraph Buktinya : Buku yang berisi kisah sukses transformasi perusahaan penerbangan PT Garuda Indonesia Tbk yang ditulis oleh Prof Rhenald Kasali PH.D dan mantan direktur utama Garuda Indonesia (paragraf 1) Di sana juga diceritakan bagaimana berhasil menyelamatkan dan mengangkat Garuda dari perusahaan yang sudah berada dalam kategori bangkrut menjadi global player atau perusahaan kelas dunia (paragraf 4) 3. Artikel ini terdapat hubungan kausal (sebab-akibat ) Penjelasan : Di sana juga diceritakan bagaimana berhasil menyelamatkan dan mengangkat Garuda dari perusahaan yang sudah berada dalam kategori bangkrut menjadi global player atau perusahaan kelas dunia Sebab : Di sana juga diceritakan bagaimana berhasil menyelamatkan dan mengangkat Garuda dari perusahaan yang sudah berada dalam kategori bangkrut Akibat : menjadi global player atau perusahaan kelas dunia

tentang penalaran

PENALARAN TUGAS SOFTSKIL BAHASA INDONESIA 2 NAMA : HARUN RIPALDI KARYA NPM : 23213955 KELAS : 3EB24 Kata Pengantar Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat- Nya sehingga penulis bisa menyelesaikan pembahasan materi penalaran ini. Penalaran ini berisi pembahasan mengenai penalaran, penarikan kesimpulan baik menggunakan deduktif atau induktif. Banyak referensi seperti website dan buku elektronik yang penulis gunakan untuk untuk menyelesaikan penulisan materi ini. Penulis berharap materi singkat ini bisa berguna untuk para pembaca. Penulis sadar masih terdapat kekurangan pada penulisan ini. Penulis mohon maaf apabila keterbatasan pembahasan yang belum tersedia dalam materi ini. BAB I PENDAHULUAN I. Latar Belakang Penalaran adalah proses berpikir yang sistematis untuk memperoleh kesimpulan/pengetahuan yang bersifat ilmiah dan tidak ilmiah. Bernalar akan membantu manusia berpikir lurus, efisien, tepat, dan teratur untuk mendapatkan kebenaran dan menghindari kekeliruan. Dalam segala aktifitas berpikir dan bertindak, manusia mendasarkan diri atas prinsip penalaran. Bernalar mengarah pada berpikir benar, lepas dari berbagai prasangka emosi dan keyakinan seseorang, karena penalaran mendidik manusi bersikap objektif, tegas, dan berani, suatu sikap yang dibutuhkan dalam segala kondisi. II. Rumusan Masalah 1. Apa itu penalaran? 3. Apa proposisi, inferensi, Implikasi, Wujud evidensi itu? 4.Bagaimana cara menguji data dan menilai autoritas? III. Tujuan Untuk mempelajari penalaran dan penarikan kesimpulan berdasarkan kaidah Bahasa Indonesia dalam materi penalaran ini khususnya. BAB II ISI PENALARAN PENGERTIAN TENTANG PENALARAN : Penalaran adalah suatu proses berfikir manusia untuk menghubung-hubungkan data atau fakta yang ada sehingga sampai pada suatu kesimpulan yang logis berdasarkan atas evidensi yang relevan. Dengan demikian, penalaran adalah proses penafsiran fakta sebagai dasar untuk menarik kesimpulan. Data atau fakta yang dinalarkan itu boleh benar dan boleh tidak. Data yang dapat dipergunakan dalam penalaran untuk mencapai satu kesimpulan harus dalam bentuk kalimat pernyataan. Deduktif Metode berpikir deduktif adalah suatu metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagian yang khusus. Hal ini adalah suatu sistem penyusunan fakta yang telah diketahui sebelumnya guna mencapai suatu kesimpulan yang logis. Dalam penalaran deduktif, dilakukan melalui serangkaian pernyataan yang disebut silogisme dan terdiri atas beberapa unsur yaitu: 1. Dasar pemikiran utama (premis mayor) 2. Dasar pemikiran kedua (premis minor) 3. Kesimpulan Contoh: Premis mayor : Semua siswa SMA kelas X wajib mengikuti pelajaran Sosiologi. Premis minor : Bob adalah siswa kelas X SMA Kesimpulan : Bob wajib mengikuti jam pelajaran Sosiologi. Induktif Paragraf Induktif adalah paragraf yang diawali dengan menjelaskan permasalahan-permasalahan khusus (mengandung pembuktian dan contoh-contoh fakta) yang diakhiri dengan kesimpulan yang berupa pernyataan umum. Paragraf Induktis sendiri dikembangkan menjadi beberapa jenis. Pengembangan tersebut yakni paragraf generalisasi, paragraf analogi, paragraf sebab akibat bisa juga akibat sebab. Contoh paragraf Induktif: Pada saat ini remaja lebih menukai tari-tarian dari barat seperti breakdance, Shuffle, salsa (dan Kripton), modern dance dan lain sebagainya. Begitupula dengan jenis musik umumnya mereka menyukai rock, blues, jazz, maupun reff tarian dan kesenian tradisional mulai ditinggalkan dan beralih mengikuti tren barat. Penerimaan terhadap bahaya luar yang masuk tidak disertai dengan pelestarian budaya sendiri. Kesenian dan budaya luar perlahan-lahan menggeser kesenian dan budaya tradisional. • Macam-macam Penalaran Induktif Macam-macam penalaran induktif diantaranya : 1. Generalisasi Generalisasi adalah pernyataan yang berlaku umum untuk semua atau sebagian besar gejala yang diminati generalisasi mencakup ciri – ciri esensial, bukan rincian. Dalam pengembangan karangan, generalisasi dibuktikan dengan fakta, contoh, data statistik, dan lain-lain. Contoh generalisasi: Jika ada udara, manusia akan hidup. Jika ada udara, hewan akan hidup. Jika ada udara, tumbuhan akan hidup. Jika ada udara mahkluk hidup akan hidup. Macam-macam generalisasi: ➢ Generalisasi sempurna Adalah generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penimpulan diselidiki. Generalisasi macam ini memberikan kesimpilan amat kuat dan tidak dapat diserang. Tetapi tetap saja yang belum diselidiki. ➢ Generalisasi tidak sempurna Adalah generalisasi berdasarkan sebagian fenomena untuk mendapatkan kesimpulan yang berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diselidiki. Ciri-ciri paragraf berpola induktif Paragraf berpola induktif memiliki ciri-ciri sebagai berikut : • Letak kalimat utama di akhir paragraph. • Diawali dengan uraian/penjelasan bersifat khusus dan diakhiri dengan pernyataan umum. • Paragraf induktif diakhiri dengan kesimpulan. Kesalahan Penalaran Penalaran adalah suatu proses berpikir manusia untuk menghubung-hubungkan data atau fakta yang ada sehingga sampai pada suatu simpulan. Salah nalar dapat terjadi di dalam proses berpikir utk mengambil keputusan. Hal ini terjadi karena ada kesalahan pada cara penarikan kesimpulan. Salah nalar lebih dari kesalahan karena gagasan, struktur kalimat, dan karena dorongan emosi. Salah nalar ada dua macam: • Salah nalar induktif, berupa : kesalahan karena generalisasi yang terlalu luas, kesalahan penilaian hubungan sebab-akibat, kesalahan analogi. 2. Kesalahan deduktif dapat disebabkan : • kesalahan karena premis mayor tidak dibatasi; • kesalahan karena adanya term keempat; • kesalahan karena kesimpulan terlalu luas/tidak dibatasi; dan kesalahan karena adanya 2 premis negatif. SUMBER : https://rismarhaesa15.wordpress.com/2015/03/28/pengertian-penalaran-deduktif-dan-induktif-beserta-contoh-dan-ciri-cirinya/ http://www.seputarpengetahuan.com/2014/12/pengertian-dan-metode-penalaran-menurut.html http://triezdamila.blogspot.co.id/p/penalaran.html https://seckerfers.wordpress.com/2011/10/28/salah-nalar/