TUGAS SOFTSKILL B. INDONESIA 2
NAMA : HARUN RIPALDI KARYA
NPM : 23213955
KELAS : 3EB24
KARANGAN
Karangan adalah bentuk tulisan
yang mengungkapkan pikiran dan perasaan pengarang dalam satu kesatuan tema yang
utuh. Karangan diartikan pula dengan rangkaian hasil pikiran atau ungkapan
perasaan ke dalam bentuk tulisan yang teratur atau pengertian lainnya yaitu
karya tulis hasil dari kegiatan seseorang untuk mengungkapkan gagasan dan
menyampaikanya melalui bahasa tulis kepada pembaca untuk dipahami.
Lima jenis karangan yang umum
dijumpai dalam keseharian adalah
1. Karangan Narasi
2. Karangan Deskripsi
3. Karangan Eksposisi,
4. Karangan Argumentasi
5. Karangan Persuasi.
1. Karangan Narasi
Karangan narasi adalah karangan yang
menyajikan serangkaian peristiwa yang biasanya disusun menurut
urutan waktu. Yang termasuk narasi ialah cerpen, novel, roman, kisah
perjalanan, biografi, otobiografi.
Ciri-ciri / karakteristik karangan
Narasi
a. Menyajikan
serangkaian berita atau peristiwa
b. Disajikan dalam
urutan waktu serta kejadian yang menunjukkan peristiwa awal sampai akhir
c. Menampilkan
pelaku peristiwa atau kejadian
d. Latar (setting)
digambarkan secara hidup dan terperinci
Bentuk Karangan Narasi :
Aku berjalan menuju halaman rumah –
rumah yang sunyi. Aku terus berjalan di kota kecil yang sunyi, hingga kutemukan
patung sepeda – sepedaan di tengah taman. Ada seorang gadis berbaju hijau
mengintpku dari balik rerimbun daun. Aku mengejarnya. Lantas, ia berhenti di
salah satu sudut taman. Kami perpandang – pandangan sebelum aku tahu ia benar –
benar hilang. Bolak – balik aku mencoba untuk mencarinya. Sebelum aku benar –
benar menemukannya, dering jam weker cukup mengejutkanku. Cahaya matahari sudah
menerobos masuk jendela kamarku.
2. Karangan Deskripsi
Karangan Deskripsi adalah karangan
yang menggambarkan atau melukiskan sesuatu seakan-akan pembaca
melihat, mendengar, merasakan, mengalaminya sendiri.
Ciri-ciri / karakteristik karangan
deskripsi:
a. Melukiskan
atau menggambarkan suatu objek tertentu
b. Bertujuan
untuk menciptakan kesan atau pengalaman pada diri pembaca agar seolah-olah
mereka melihat, merasakan, mengalami atau mendengar, sendiri
suatu objek yang dideskripsikan
c. Sifat
penulisannya objektif karena selalu mengambil objek tertentu, yang dapat
berupa tempat, manusia, dan hal yang dipersonifikasikan
d. Penulisannya
dapat menggunakan cara atau metode realistis (objektif), impresionistis
(subjektif), atau sikap penulis
Bentuk Karangan Deskripsi :
Yogya sangat mempesona. Disebelah
kiri terlihat tebing yang sangat tinggi dan di sebelah kanan kita bias melihat
batu karang besar yang seolah – olah siap menjaga gempuran ombak yang dating
setiap saat. Banyaknya wisatawan yang selalu mengunjungi pantai parangtritis
ini membuat pantai ini tidak pernah sepi dari pengunjung. Di pantai
parangtritis ini kita bias bermain pasir dan merasakan hembusan segar angina
laut. Kita juga bias naik kuda ataupun angkutan sejenis andong yang bias
membawa kita ke area karang laut yang sungguh sangat indah. Disore hari, kita
bias melihat matahari terbenam yang merupakan momen sangat istimewa melihat
matahari yang seolah – olah masuk kedalam hamparan air laut.
3. Karangan Eksposisi
Karangan Eksposisi adalah bentuk
karangan yang memaparkan, memberi keterangan, menjelaskan,memberi
informasi sejelas-jelasnya mengenai suatu hal.
Ciri-ciri / karakteristik karangan
Eksposisi:
a. Menjelaskan
informasi agar pembaca mengetahuinya
b. Menyatakan
sesuatu yang benar-benar terjadi (data faktual)
c. Tidak terdapat
unsur mempengaruhi atau memaksakan kehendak
d. Menunjukkan
analisis atau penafsiran secara objektif terhadap fakta yang ada
e. Menunjukkan
sebuah peristiwa yang terjadi atau tentang proses kerja sesuatu
Bentuk Karangan Eksposisi :
Angina adalah gerakan udara dari
daerah bertekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah. Gerakan udara ini
dikendalikan panas matahari. Udara panas lebih ringan daripada udara dingin.
Udara panas naik jika dipanasi matahari, lalu tempatnya digantikan oleh udara
dingin.
4. Karangan Persuasi
Karangan Persuasi adalah karangan
yang tujuannya untuk membujuk pembaca agar mau mengikuti kemauan
atau ide penulis disertai alasan bukti dan contoh konkrit.
Ciri-ciri
/ karakteristik karangan persuasi:
a. Terdapat
himbauan atau ajakana)
b. Berusaha mempengaruhi pembaca
Bentuk Karangan Persuasi :
Sebaiknya pemerintah melakukan
penghematan. Selama ini, pemerintah boros dengan cara tiapo tahun membeli
ribuan mobil dinas baru serta membangun kantor – kantor baru dan guest house.
Pemerintah juga selalu menambah jumlah PNS tanpa melakukan perampingan, membeli
alat tulis kantor (ATK) secara berlebihan, dan sebagainya. Padahal, dana yang
dimiliki tidak cukup untuk itu.
|
|
5. Karangan Argumentasi
Karangan Argumentasi adalah karangan
yang isinya bertujuan meyakinkan atau mempengaruhi pembaca terhadap suatu
masalah dengan mengemukakan alasan, bukti, dan contoh nyata.
Ciri-ciri / karakteristik karangan
Argumentasi:
a. Berusaha
meyakinkan pembaca akan kebenaran gagasan pengarang sehingga kebenaran
itudiakui oleh pembaca
b. Pembuktian dilengkapi
dengan data, fakta, grafik, tabel, gambar
c. Dalam argumentasi pengarang
berusaha mengubah sikap, pendapat atau pandangan pembaca
d. Dalam membuktikan sesuatu,
pengarang menghindarkan keterlibatan emosi dan menjauhkan
subjektivitas
e. Dalam membuktikan
kebenaran pendapat pengarang, kita dapat menggunakan bermacam-macam pola
pembuktian
Bentuk Karangan Argumentasi :
Jiwa kepahlawanan harus senantiasa
dipuouk dan dikembangkan karena dengan jiwa kepahlawanan, pembangunan di Negara
kita dapat berjalan dengan sukses. Jika kepahlawanan akan berkembang menjadi
nila – nilai dan sifat kepribadian yang luhur, berjiwa besar, bertanggung
jawab, berdedikasi, loyal, tangguh, dan cinta terhadap sesame. Semua sifat ini
sangat dibutuhkan untuk mendukung pembangunan di berbagai bidang.
1. Karangan ilmiah
Karangan ilmiah
adalah biasa disebut karya ilmiah, yakni laporan tertulis dan diterbitkan yang
memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang
atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan
ditaati oleh masyarakat keilmuan.
Ada berbagai
jenis karya ilmiah, antara lain laporan penelitian, makalah seminar atau
simposium, dan artikel jurnal yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan
produk dari kegiatan ilmuwan. Data, simpulan, dan informasi lain yang
terkandung dalam karya ilmiah tersebut dijadikan acuan bagi ilmuwan lain dalam
melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya.
Ciri-Ciri Karangan Ilmiah:
a. Menyajikan fakta
objektif secara sistematis
b. Pernyataan
cermat, tepat, tulus, dan benar, serta tidak memuat terkaan
c. Penulisnya tidak
mengejar kuntungan pribadi
d. Penyusunannya
dilaksanakan secara sistematis, konseptual dan procedural
e. Tidak memuat
pandangan-pandangan tanpa dukungan fakta
f. Tidak emotif
menonjolkan perasaan
g. Tidak bersifat
argumentatif, tetapi kesimpulannya terbentuk atas dasar fakta
Macam-Macam Karangan Ilmiah:
1. Makalah, adalah
karya tulis ilmiah yang menyajikan suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan
data di lapangan yang bersifat empiris-objektif. Makalah menyajikan masalah
dengan melalui proses berfikir deduktif atau induktif. Makalah disusun biasanya
untuk memenuhi tugas-tugas ujian mata kuliah tertentu atau untuk memberikan
saran pemecahan tentang suatu masalah secara ilmiah. Makalah menggunakan bahasa
yang lugas dan tegas. Jika dilihat dari bentuknya, makalah adalah bentuk
karangan ilmiah yang paling sederhana.
2. Kertas
kerja, seperti haknya makalah, kertas kerja juga merupakan karangan ilmiah
yang menyajikan sesuatu berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris dan
objektif. Analisis dalam kertas kerja lebih mendalam di bandingkan analisis
dalam makalah. Kertas kerja ditulis untuk disajikan dalam suatu seminar atau
lokakarya. Jadi, tujuan utanmanya adalah untuk dipresentasikan dalam pertemuan
ilmiah.
3.
Skripsi, adalah karya tulis ilmiah yang mengemukakan pendapat penulis
berdasarkan pendapat orang lain. Pendapat yang diajukan harus didukung oleh
data dan fakta empiris-objektif, baik berdasarkan penelitian langsung
(observasi lapangan) maupun penelitian tidak langsung (studi kepustakaan).
Biasanya skripsi ditulis untuk melengkapi persyaratan memperoleh gelar sarjana.
4. Tesis, adalah
karya ilmiah yang sifatnya lebih mendalam daripada skripsi. Tesis akan
mengungkapkan pengetahuan bari yang diperoleh dari penelitian sendiri. Karya
tulis ini akan memperbincangkan pengujian terhadap satu hipotesis atau lebih.
Dengan kata lain, tesis adalah karya tulis yang membahas suatu pernyataan atau
teori yang didukung oleh sejumlah argument yang dapat dipertanggungjawabkan.
Tesis biasanya ditulis untuk melengkapi ujian sarjana strata dua (magister).
5. Disertasi, adalah
karya tulis ilmiah yang mengemukakan suatu dalil yang dapat dibuktikan oleh
penulis berdasarkan data dan fakta yang sahih dengan analisis yang terinci.
Dalil yang dikemukakan biasanya dipertahankan oleh penulisnya dari
sanggahan-sanggahan senat guru besar atau penguji suatu pendidikan tinggi.
Disertasi ini berisi suatu temuan penulis sendiri, yang berupa temuan orisinal.
Intinya disertasi adalah karya ilmiah yang mengemukakan satu atau beberapa
dalil disertai pembuktian berdasarkan data dan fakta yang diamatinya. Disertasi
merupakan karya ilmiah untuk memperoleh gelar doktor.
2. Karangan Non Ilmiah
Karya non-ilmiah
adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan
pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, bersifat subyektif, tidak didukung
fakta umum, dan biasanya menggunakan gaya bahasa yang popular atau biasa
digunakan (tidak terlalu formal).
Ciri-ciri karya tulis non-ilmiah,
yaitu:
a. Ditulis berdasarkan
fakta pribadi,
b. Fakta yang
disimpulkan subyektif,
c. Gaya bahasa konotatif
dan populer,
d. Tidak memuat
hipotesis,
e. Penyajian dibarengi
dengan sejarah,
f. Bersifat imajinatif,
g. Situasi didramatisir,
h. Bersifat persuasif.
i. Tanpa dukungan bukti
3. Karangan Semi Ilmiah (Populer)
Karya tulis semi
ilmiah merupakan sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu
tulisan yang ditulis dengan bahasa konkret dan formal, kata-katanya teknis dan
didukung dengan fakta umum yang dapat dibuktikan kebenarannya. Karya tulis ini
juga merupakan sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu
tulisan dan penulisannya tidak semiformal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti
metode ilmiah yang sintesis-analitis karena sering dimasukkan dalam kary tulis
ini. Karya tulis semi ilmiah biasanya digunakan dalam komik, anekdot, dongeng,
hikayat, novel, roman dan cerpen.
SUMBER :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar